Showing posts with label pengalaman. Show all posts
Showing posts with label pengalaman. Show all posts

Thursday, February 27, 2014

Alpha Female



Tenang, postingan kali ini ga akan berisi tulisan mengenai puja-puji pada diri sendiri, tapi yaa nanti aku serahkan kalian masing-masing lah gimana nilainya.

Menjadi wanita adalah keuntungan, karena alam (mungkin) lebih berpihak pada kita lewat pekanya perasaan sekaligus kemampuan untuk menimba wawasan sepadan dengan lelaki. Di jaman emansipasi gini, wanita udah sadar banget akan posisinya yang istimewa dan bisa manfaatin dengan sangat baik. Kami, khususnya aku, bertekad untuk jadi kaum terpelajar dan buktiin sama society kalo wanita tuh bisa mandiri dengan usahanya sendiri. Tumbuh di kalangan terpelajar, aku jaga pergaulan secara demikian dan berpendirian kalo bodoh itu nular sementara pendidikan perlu diperjuangkan. Dengan teknologi yang semakin berkembang dan derasnya aliran informasi dari berbagai penjuru, I feel so blessed with the opportunity to life in this era. Internet kasih kemudahan buat belajar banyak tiap hari bahkan di tiap menitnya, bahkan gak jarang hal ini bikin kita ngerasa adiguna. Beberapa wanita (ehem, aku juga) dengan pengetahuan luas dan filosofi hidup yang dalam, menyadari misi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan memiliki modal yang memadai untuk mencapai kesuksesan. Secara psikologis, wanita bisa mengelola stress lebih baik daripada lelaki. Jadi bisa dipastiin kalo wanita dengan ambisi akan terlihat berbahaya bagi lelaki sekalipun. Ternyata fenomena ini dikenal dengan istilah Alpha Female, selanjutnya aku sebut dengan al-fe.

Seringkali aku mendapati diri ga gampang tertarik sama lawan jenis karena menilai lelaki lebih pada tingkat intelejensi yang sepadan atau lebih tinggi. Dalam suatu hubungan, wanita jenis ini lebih bersikap layaknya dominatrix. Err, it wasn’t based on my relationship yaa tapi secara general, female alpha merasa perlu untuk selalu memegang kendali dalam hubungan di atas lelaki.

Second, lack of female friends. Aku sih bukannya gak punya temen cewek, tapi ga ada yang bisa dibilang beneran deket. Kebanyakan wanita akan punya sahabat yang siap sedia dalam keadaan nangis berhari-hari ataupun foya-foya, you must treasure best friends for the rest of your live! Nah repotnya, al-fe  ga ngerasa punya masalah yang begitu berat hingga dia harus minta bantuan orang lain, dan ngerasa bahwa bahagia adalah hasil dari jerih payahnya sendiri, jadi dia nggak ngerasa perlu banget membagi perasaan itu ke orang lain. Perlu diketahui bahwa al-fe bukan tipe yang suka ikut campur urusan orang lain dan lebih menghindari bergosip karena ngerasa itu waste of time, jadi ga suka cerita tentang masalah pribadi juga. Kalo maksut aku sih (mungkin) baik, biar ga ada orang ngomongin jelek soalnya aku ga mau diomongin jelek juga. See? This is much more complicated than you think! ._.

Third, cherish live at it’s fullest. Al-fes are strongly against boundaries. Kami punya keyakinan “so many things to do in this limited time” so, this kind of woman have an urge to be successful as soon as possible then she can enjoy her wealth in proper ways. She really knows her standard and pursuing her dream. Dan ga ada seorang pun yang paham kecuali dia. Jadi, ketika seorang ngomong nggak boleh atau nggak mungkin pada passion al-fe, seketika dia jadi defensif dan mendebat argumen itu sampai orang itu ngaku salah atau argumen dia sendiri terpatahkan. Just because she wants to prove whether that person is wrong or s/he have more intellegence and wisdom. Kenapa? Karena setiap argumen al-fe sudah melewati berbagai pertimbangan logika dan prinsip yang dia pegang teguh. Begitu keras kepalanya wanita ini, bahkan dia mampu mengabaikan rasa sensitif dan menumpulkan hati demi terasahnya logika yang ia pikir lebih dapat diandalkan untuk survive. Di sinilah aku ngaku salah...

All my life I’ve been proud of myself, karena ngerasa udah bisa ngelihat dalam berbagai sudut pandang dan merencanakan berbagai hal dalam jangka panjang. Bahkan dengan simulasi pikiran yang rumit, aku bisa kasih pertimbangan pro-kontra dan tindakan preventif untuk mencegah hal yang ga diinginkan. But you know? It’s only in my mind. My mind being so busy but my heart become dull. Akalku mencari cara untuk menghindarkan hati dari terluka tanpa menyadari bahwa hati sudah terlalu berdebu. Gelasku terlalu penuh untuk menerima pandangan baru yang tidak sesuai prinsipku. Jika dapat ditarik satu kesimpulan,semua perilakuku selama ini bermuara pada kesombongan. Kalau aku umpamakan orang dengan buku, maka orang sombong tak lebih dari sekedar buku yang tertutup. Tak peduli betapa banyak hal hebat yang dikandungnya, tak peduli betapa tebalnya ia akan pilihan kata nomor wahid, buku yang tertutup tidak ada gunanya.

Hari ini aku disadarkan bahwa cara belajar paling baik adalah membuka diri akan segala kemungkinan dan memberikan apresiasi pada apa dan siapa saja. Hari ini aku belajar bahwa obat kesombongan adalah memberikan pelayanan pada sesuatu yang bukan bidangku, sesuatu yang baru atau aku tidak begitu suka melakukannya. Melakukan segala hal bodoh yang dicegah oleh pikiranku yang terlalu rumit memikirkan apa konsekuensi yang akan kutanggung nantinya. Mungkin aku akan terjatuh, mungkin aku akan terluka, dan aku perlu kasih diriku kesempatan untuk merasakan itu. That is sound so bizzare for me, karena aku terlalu takut jika hidup tidak sesuai ekspektasiku. “It is true life would not be as you expected, but it will be greater!” he said.

Because life is what’s going on when you busy making plans. Life is what you’ve been missed when you argue about what is right.

I learn this from my partner, whom I look at as a misunderstood person that have experienced many bad things going on around him and how he depend on person who care for him because his lack of attention. I look down on him so much that I feel didn't deserve his affection for all this time. I know this is sound cheesy, but I really can feel God presence inside him, and that’s why I’m fallen for him. But sometimes I forget to accept his humanity and demand spiritual guide all the time, I've been so selfish indeed. After all, a misguided God is the one who needs hug the most..
Bukan, partner saya bukan yang ini~

PS: When I talk about someone, I make it tricky for them to understand. But if they do, they deserve my respect. It is my nature, pardon.

Friday, August 30, 2013

Cultural Night



Whoa,it’s almost a year passed since I updated my blog!!
Holla there,I’m back with bunch of unorganized story and event. Karena penulis sedang (sok) konsen menghadapi hal yang menjadi momok seluruh mahasiswa tingkat akhir [*eaa], makanya ini mau pemanasan ngupdate blog dulu. Kali ini mau cerita tentang wayang orang; apa? Belum pernah nonton? Oo iya, aku pun baru sekali kemarin. :3
Sebagai warga Solo pasti tau Sriwedari dong yaa. Tapi apa ngerti di kompleks selebar itu di jantung kota ada apa aja? Selain Taman Hiburan Rakyat (THR) sama MbuSri tempat hunting buku murah,ada juga Gedung Wayang Orang (GWO) yang tiap malam selain hari Minggu ada pementasan dengan harga tiket (hanya) Rp 3.000 saja. Nah, di sini saya mau cerita pengalaman pertama kali nonton wayang orang selama 22 tahun saya hidup di (pinggiran) Solo. Oiya, nontonnya sama Benny dong. Dia yang pertama ngajakin cultural visit murah meriah,hhe. :)
Pertama menginjakkan kaki di GWO, sudah menyiapkan batin kalo yang nonton nantinya pasti orang ‘berumur’ dan beberapa bule yang bila ditotal hanya sedikit. Tapi cukup melegakan karena malam itu lumayan penuh di kursi depan, walau kapasitas gedung cukup besar. Dan lumayan ada anak-anak muda yang diajak orang tuanya, pokoknya menurut Benny yang pernah sebelum itu nonton ya lumayan deh. Kami pilih kursi di depan tengah biar lebih deket sama live music yang tidak lain adalah gamelan. Sekilas panggung cukup sederhana tapi cukup menarik perhatian, dan gamelannya berada di depan-bawah panggung jadi gak keliatan kalo lampu dimatiin. Untuk standar ruangan ya cukup lah, ada air conditioner  lumayan baru tapi kayaknya ndak nyala atau lagi pengiritan. 


Cerita dalam Pertunjukan Wayang Orang

Sumantri dan Sukasrana (sumber: wayang.files.wordpress.com)
Lakon dalam pertunjukkan malam itu adalah ‘Sumantri Sukasrana’ nama 2 tokoh utamanya. Dikisahkan Sumantri pamit pada ayahnya hendak pergi mengabdi pada Harjuna Sasrabahu di Maespati. Oleh ayahnya, Sumantri diberi gaman (senjata) pusaka. Ketika ayahnya bertanya apa lagi yang Sumantri butuhkan, ia menjawab bahwa Sumantri ingin ditemani oleh Sukasrana adiknya. Maka terkejutlah ayahnya dan bertanya sekali lagi apakah Sumantri yakin dengan perminttan tersebut. Apa pasal? Berbeda dengan Sumantri yang gagah dan rupawan, Sukasrana berwujud Buto Bajang yang buruk rupa, keriting, cebol, dan hitam. Namun dibalik wujudnya yang bagai Buto itu, kesaktian Sukasrana setingkat lebih tinggi daripada Sumantri. Kedua kakak-beradik tersebut selama ini selalu bersama tak terpisahkan dan saling menyayangi. Ayahnya bertanya apakah wujud Sukasrana yang menyeramkan tersebut tidak membawa ganjalan nantinya, dan apakah Sumantri tidak malu dan dapat menjaga adiknya apapun yang terjadi? Sumantri bersumpah,selama hidupnya tidak sekali pun ia merasa malu akan adiknya dan berjanji akan selalu menjaga Sukasrana karena mereka saling menyayangi. Maka berangkatlah mereka berdua ke Maespati.
Sumantri memboyong Sang Puteri (dok. pribadi)
Ketika sampai di Maespati dan bertemu dengan Prabu Harjuna Sasrabahu, Sumantri memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud hendak mengabdi. Maksud itu diterima dengan syarat Sumantri harus dapat memenangkan sayembara dan memboyong seorang Puteri Rempong (maaf gak inget namanya) ke Maespati. Hal itu bukan perkara sulit bagi Sumantri yang dikenal sebagai Ksatria hebat. Ia mengalahkan semua lawan dengan mudah dan berhasil memboyong Puteri Rempong yang diiringi dengan Puteri Dhomas. Tapi Sumantri tak segera pulang ke Maespati, melainkan malah menantang Prabu Harjuna di perbatasan untuk perang tanding. Singkat cerita, Sumantri tidak dapat mengalahkan Harjuna meski dengan Pusakanya sekali pun. Mengakui kesaktian Sang Raja, Sumantri menyerahkan Puteri Rempong padanya.

Sebagai hukuman karena Sumantri sudah menantangnya, Prabu Harjuna meminta nya untuk membuatkan taman seindah taman-taman di khayangan dalam satu malam. Mendengar hal tersebut, Sumantri langsung lemas dan merasa  hal itu mustahil dilakukan. Melihat kakaknya merana, Sukasrana bertanya apa ada hal yang mengganjal kakak kesayangannnya tersebut. Setelah menceritakan permasalahan yang dihadapi, Sukasrana malah tertawa dengan jenaka dan menyebutkan bahwa hal itu sangat mudah dilakukan olehnya. Ia berjanji untuk membantu membuat taman khayangan dan ia menepatinya, taman yang muncul setelah Sukasrana bertapa itu diberi nama Sriwedari.

Melihat hasil kerja (yang dikira) Sumantri itu,Prabu Harjuna sangat senang dan menghadiahkan Taman Sriwedari pada Puteri Rempong dan Dhomas”nya untuk tempat bersenang-senang. Di tengah canda ria para puteri, Sukasrana muncul dan mengagetkan semua puteri yang langsung menjerit dan lari. Prabu Harjuna kemudian mendengar cerita Puteri Rempong yang melihat sosok Buto Bajang dan meminta pada Sang Prabu untuk memusnahkannya. Tugas itu lalu diberikan pada Sumantri untuk memusnahkan Buto tersebut. Sumantri bagai tersambar petir ketika menerima mandat tersebut, tidak berani ia mengakui bahwa Buto Bajang tersebut adalah adiknya sendiri. Maka ia berjalan gontai dengan wajah galau dan sesekali menangis, menghadapi dilema untuk membunuh adiknya sendiri atau dihukum oleh Prabu Harjuna Sasrabahu.
Sekali lagi Sukasrana mendapati kakaknya bersedih hati dan dengan baik hati ia menawarkan bantuan apapun asal kakaknya senang. Sumantri awalnya mengelak untuk bercerita tapi Sukasrana tetap mendesak untuk membantu meringankan beban kakaknya. –sampai di sini akan ada 2 ending-
a) Menurut yang saya tonton
Akhirnya Sumantri berterus terang jika ia diperintahkan Prabu Harjuna untuk melenyapkan sosok Buto Bajang yang terlihat di Taman Sriwedari dan membuat takut Para Puteri, jika gagal maka Sumantri yang akan mati. Mendengar hal itu, Sukasrana ikut terduduk lemas dan menyesal karena menyebabkan kakaknya terlibat dalam masalah yang begitu besar. Sumantri meyakinkan bahwa apapun yang terjadi ia tidak akan membunuh adiknya sendiri. Tapi Sukasrana mencoba merebut keris dan meminta Sumantri untuk membunuhnya saja daripada Sumantri dihukum mati. Terjadi perebutan sengit dan karena Sukasrana lebih kuat dari Sumantri, pada akhirnya kerisnya menancap di perut sang adik. Sambil meregang nyawa dan di sela tangisan kakaknya, Sukasrana mengatakan jika ia rela mati karena ia tak dapat tetap hidup tanpa Sumantri. Lalu ia menghembuskan nafas terakhirnya..


b) Menurut penuturan orang tua

Sumantri kemudian menyuruh Sukasrana pergi sejauh mungkin dari Taman Sriwedari, jika tidak ia akan diburu oleh pengawal kerajaan. Sukasrana menolak dan dengan memelas ia memohon untuk tetap ikut kakaknya, “Aku elu akang ati.. akang ati.. aku elu..” karena mereka tidak terpisahkan sejak kecil. Dengan sangat terpaksa di tengah kesedihan mendalam, Sumantri membidikkan busur dengan anak panah ke arah Sukasrana untuk menakut-nakutinya saja. Tapi Sukasrana tetap bergeming, dan malah maju menghampiri Sumantri. Karena kalut,tangannya tidak sengaja terlepas dan panah tepat mengenai adiknya. Sumantri begitu menyesal dan menangiisi sambil memeluk adiknya erat, yang hingga di ujung hidupnya berujar, “Aku elu akang ati.. akang ati.. aku elu..” (Dikenal juga dengan judul Sumantri Ngenger.red)
-akhir dari 2 ending-
[saya nangis dengan suksesnya ketika Sukasrana mati. T^T]
Di penghujung cerita, ayah mereka berdua menuturkan bahwa Sukasrana adalah ari-ari dari Sumantri sendiri. Jadi mereka berdua adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Menurut versi yang saya tonton sih, arwah Sukasrana mendatangi Sumantri dan berkata bahwa ia belum bisa menuju khayangan pada saat itu juga dan besok ketika Sumantri meninggal ia akan datang menjemput kemudian mereka berdua menuju khayangan bersama-sama. [FIN]

Kalo saya pribadi lebih suka ending yang b) soalnya lebih tragis dan nggeloake bianget. Betapa setianya Sukasrana dan rela melakukan apa saja demi kakak yang disayanginya. Dalam hal ini Sumantri tidak bisa dibilang mengkhianati, tapi memang pengecut yang tidak berani mengakui adiknya yang berwujud Buto Bajang itu. Dan juga, Sumantri ingkar janji kepada ayahnya untuk tetap menjaga Sukasrana dan malah terjadi tragedi. Padalah di awal cerita ayahnya sudah mengingatkan apakah Sumantri yakin mau mengajak Sukasrana, dengan konsekuensi yang harus ia tanggung. Mungkin kalian yang baca agak susah membayangkan adegan”nya ya? They perform it so beautifully. Properti dan kostum sangat menarik dan memanjakan mata, backdrop cukup bervariasi dan membawa suasana. Yang terlibat di satu pementasan itu gak sedikit hlo, bahkan lebih banyak dari jumlah penontonnya. Dari pemain dan figuran, penabuh gamelan (disebutnya Niaga) dan sinden, dhalang, serta kru belakang layar. Jangan membayangkan pergantian latar belakang yang sudah otomatis ya, it’s a classic and I don’t mind at all! Setelah dipikir setiap bangsa punya kebudayaan serupa, kalau di Eropa barat ada Opera, di Amerika ada Broadway, di Cina ada Potehi, maka kita punya Wayang Orang dan ini aset kebudayaan yang besar! Dengan perhatian dan support dari Pemerintah (yang entah kapan terwujud), saya yakin pertunjukan semacam ini akan semakin banyak peminat dan tentu pelestarinya. Demikian review dari saya.. ;)

Kembali ke non-teknis pertunjukkan. Yang cukup disayangkan itu ya sistem manajemennya kurang profesional secara dikelola sama pemkot,harus banyak maklum deh. Pertunjukkan dijadwalkan mulai jam 20.00 wib, emang sih pintu GWO dibuka tepat jam segitu tapi setelah duduk di dalam kita harus nunggu setengah jam. Entah nunggu pemainnya siap apa gimana, yang pasti penonton udah gak sabar pengen liat. Kemudian di sebelah GWO kan ada THR yang ketika malam dipakai untuk acara Koes-Plus’an jadi musiknya sampe kedengerang dari dalam GWO dan cukup ganggu konsentrasi sih. Tapi untuk tiket seharga Rp 3.000 pertunjukkan malam itu udah TOP BANGET!! Mengaduk-aduk perasaan aku gituh. Sebenernya sih ga keberatan kalo harga tiketnya naik tapi masalah manajemennya diperbaiki.

Masih penasaran sama publikasi dari pertunjukkan ini, apa disiarkan di radio lokal juga? Soalnya kan lumayan untuk sekedar informasi judul pementasan hari itu, dan menunjukkan bahwa mereka masih tetap eksis. Dan harusnya  bentuk support pemkot di bagian itu aja,soalnya vital. Tanpa publikasi, akan tetap ada penonton setia, tapi sungguh sayang pertunjukkan semacam ini hanya disaksikan segelintir orang yang setengah tertidur. Bahkan tidak ada tepuk tangan setelah tirai diturunkan, kurang ngenes opo? Sedangkan di bioskop saja kalian nggak ragu kasih applause kalo film’nya bagus, padahal aktornya kan gak denger applause kalian juga. Nha ini, pemainnya Cuma berjarak kurang dari 10 meter dari penontonnya dan live action. Saya sempat gatal pengen tepuk tangan tapi kok udah langsung pada pulang, seperti halnya Sumantri, saya pun pengecut dan gak jadi tepuk tangan. Pengen kasih tau mereka sih kalo saya appreciate dan menikmati pertunjukkan. Kepuasan seorang artis adalah ketika mereka perform tapi kebahagiaan adalah ketika audience menikmati dan menghargai jerih payah mereka, salah satunya ditunjukkan dengan applause. Oh well,overall, that night was a wonderful experience and I’d love to watch them again. Oiya, satu hal yang mengurangi kepuasan adalah gagal foto bareng sama wayangnya. Yang jadi Sumantri cakep banget,bok! Prabu Harjuna juga lumayan kece. (*o*)

Thursday, October 18, 2012

Beyond Imagination Juice

ada yang bisa nebak gambar di samping itu jus apa? kalo jawab wortel, coba dipikir lagi. warna orange'nya ga akan sepekat itu..
jawabannya adalah *drum roll* JUICE PEPAYA! karena saya berutang resensi tentang varian jus ini kepada teman-teman saya yang tidak mau membayangkan bagaimana jadinya pepaya yang dijus, maka saya jadi tambah penasaran dan hari ini bertekat menjajakinya..

siang terik seperti biasa di area kampus dan sekitarnya, dan kebutuhan akan ngejus yang memadamkan dahaga sudah bisa ditemui di warung langganan. adalah sekar, warung jus termashyur di daerah ngoresan yang selalu menyajikan jus kental dan relatif murah disertai menu makan siang yang tak kalah lezat. tapi siang ini, saya cuma mampir untuk membawa pulang satu jus pepaya dengan harga 4000 rupiyah. selain dikarenakan gak ada teman juga kalo mau ngiras (makan di tempat), uang jajan saya memang sudah mepet dan mending makan di rumah saja. nah,sedikit tips kalo mau bawa pulang jus terus ditanyain diplastik apa pake cup jawablah DIPLASTIK! karena tentu kuantitas jus yang kita akan menjadi 2x lebih banyak,demikian.
singkat cerita, sesampainya di rumah benar saja, buntelan juice pepaya yang ditempatkan dalam gelas ala hik itu kepenuhan. sampai akhirnya saya menyedot jus pepaya dengan sedotan... smoooth banget! beneran ga ada sisa tekstur pepaya gitu, terlalu lembut malah. pepaya itu enaknya dimakan kunyah deh. ya gimana ya, bukannya ga enak, tapi rasanya gak cocok aja. buat temen-temen yang membayangkan jus pepaya agak gimana gitu, karena mengingatkan akan bau jamban (diperjelaas), ah itu sih cuma di mindset kalian sajaa. semua buah itu enak sih (kecuali duren dan sawo,-penulis) dan tentu saja sehat! jadi bagi yang sembelit karena tiap makan siang nongkrong di TT ataupun makan ayam Olive, silakan memcoba jus pepaya sebagai teman makannya. niscaya sistem pencernaan akan lancar. ;)

Sunday, September 9, 2012

Alias

Mungkin sepanjang hidup emang saya ditakdirkan punya nama alias. Dan karena dari dulu saya anaknya pasrah dan ga gampang marah,jadi keterusan hingga kini. Tapi yaa ada suka-dukanya deh,terutama untuk mengingat teman..
Berhubung saya sepertinya mengidap short-term memory,udah lupa aja berapa banyak temen yg saya kenal dari TK. Kalo dari wajah sih familiar,tapi kalo salah sebut nama kan berabe. Nah,di sinilah nama alias berjasa. Karena panggilan sayang saya dari temen sd,smp,sma,dan psm itu beda semua dan dengan latar belakang yang berbeda pula [What kind of life would I be~] maka saya bisa mengerucutkan identitas teman yg terlupakan itu,terus bahas topik yg relevan sambil peras otak. Kalo emang udah jalan buntu sih ya tanya aja dengan garing, "Eh,tadi siapa ya namanya? Hehee" ^^
I always wondering,besok kalo udah tua terus reuni,bisa-bisa saya mati garing karena berusaha inget orang segitu banyak. *brb minum cerebrovit*

Thursday, January 19, 2012

Balada Rambut Kewoy

ah baiklah,jadi di masa liburan saya yang sangat sibuk ini ditemukan satu fakta penting. ini semua gara-gara RAMBUT -terdengar backsound lady gaga,HAIR- jadi seperti yang sudah kita ketahui,rambut saya ini keriting,and yes ini asli. tentang kewoy,itu sebenarnya adalah kata yang saya pinjam dari novel petir,lagi-lagi karya dewi lestari,dan saya jadikan istilah saya sendiri yang klebih menunjuk pada sifat rambut saya yang demikian menuntut kebebasan berekspresi. i loved them in a first place,dan semua orang tak menghendaki rambut ini dismoothing biar lebih jinak. tapi semakin hari semakin tumbuh niat untuk memangkasnya di salon madura (aih,mitamit) karena sangat menjengkelkan punya rambut panjang dan bergelombang,bukan gelombang ketjil lucu tapi ini hampir mencapai tsunami (ah baiklah ini lebay),jadi kayak model rambut 70an gitu jamannya lidya kandouw. 8|

permasalahan utamanya adalah my hairdo is over dramatic for everyday look,it looks like I gotta have a photo session or else just went to a wild party!! permasalahan kedua yaitu,ketika tahu akan dipotong rambut saya akan bersikap so gentle that they would look perfectly on me. oh well,itu permasalahan semua wanita yang akan potong. mereka (ehm,kami) ga akan suka potongan rambut pendek pada awalnya lalu mengutuki keputusan yang sudah berlalu. oh I miss my long hair! (remember this?)


keputusan saya adalah potong pada hari ini. mari kita lihat apakah saya akan meratapi nasib seperti demikian? ataukah saya akan melanjutkan hidup dengan menonton serial sherlock season 2 semasa liburan. let's find out,shall we?

Wednesday, January 4, 2012

Menaklukkan Puncak di Ujung Tahun

oke,saya akui judulnya agak sedikit lebay. sebenernya nggak, saya bukan pendaki gunung yang gagah perkasa dengan perjuangan luar biasa. cuma pengen cerita pengalaman liburan ke bromo sama keluarga,heahaa! kenapa baru sekarang? well,sudah menjadi rahasia umum bahwa saya ini tipe manusia dengan level kemalasan yang agak sulit dicerna. buat ngumpulin mood buat nulis,butuh sekitar seminggu, jadi dengan ini saya sudah melanggar komitmen untuk menulis di sini paling tidak seminggu sekali. ah sudahlah~
tepatnya kami sekeluarga BESAR berangkat dari solo hari senin siang, 26 des 2011. ohya,sebelumnya saya sempet minder karena dibanding keluarga lain, keluarga saya ga siapin apa-apa kecuali baju dan alat mandi,sepatu pun ga bawa. padahal udah diberitau kalo udara di bromo,apalagi dini hari (karena kami berencana liat sunrise esok harinya) itu bener-bener dingin nusuk tulang. tapi karena mama bilang, "udah,bawa seperlunya aja. gak usah ribet-ribet." maka kami sebagai anak yang berbakti (dan males ribet juga) cuma nyiapin baju hangat ala kadarnya. oke lanjut deh,karena saya tau perjalanan akan makan waktu setengah hari, maka saya berangkat dengan baju lengkap siap tidur. :D
yaudah dan bener aja emang kayaknya waktu buat perjalanan memakan sekitar 60% waktu liburan sebenarnya. jadi kita cuma berhenti di pom buat mck,atau kalo udah waktunya makan ya berenti di rumah makan porsi masal gitu. jangan paksa saya ngomong makanan di sana ya,karena emang gak bisa dibandingkan dengan makanan solo. <3 seperti biasa,saya jadi gak doyan makan kalo lagi perjalanan gitu,yah buat syarat aja biar gak dikira gila. :p
oke,udah liat kan penampakan baju tidur saya. and yes,yang kece selaen saya itu sepupu saya,bwhahahahah! (moga-moga yang bersangkutan gak baca) so,after this and that,kami sampai di kompleks wisata bromo. sempet kecewa sih,kita gagal dapet sunrise dikarenakan jalan macet parah selama hampir 5 jam! tapi tetep bagus kok,udara di sana adem dengan scenery yang worth to watch. dan angin semribit yang menusuk itu beneran! walopun matahari uda lumayan tinggi (saat itu pukul 10) tapi angin dinginnya tetep gak bisa santai. dan karena persiapan saya yang,yah gitudeh,maka saya dipinjemi topi hangat handmade om saya (yang akan saya hilangkan di kemudian waktu) :')
jadi,udah tau medan bromo kayak gimana? yep,lautan pasir sejauh mata memandang. jadi untuk mencapai lokasi kawah kita gak bisa pake mobil biasa,dan kita pake 4wd jeep! YEEAAAH! saya pikir,demi inilah saya mau ikut liburan,naik jeep offroad! xD
tararaaa! kece bet kan jeep-nya matching sama jaket saya? dan itu topi juga unbearable cute bukan!? ;)
sebelum jalan nanjak menuju kawah bromo,kita bisa liat ada pura hindu,dan emang di situ tempat beribadah umat agama hindu. di jalan pun kami menjumpai banyak sekali orang bali. konon dulu,masyarakat perlu kasih persembahan ke kawah bromo,supaya gak meletus lagi. anak yang perhatian sama pelajaran sejarah kayak saya pasti tau deh. tapi bagian pura kami lewatin,karena ngejar waktu juga biar ga kesiangan. nah,buat yang belum tau,jalan di sana itu nanjak gilak! dan lebih nyebelin yang kita injek itu pasir! saya udah kelilipan hampir 157x dan mulut kerasa 'ngeres',apa ya istilahnya,ya pokoknya kemasukan pasir gitu lah. jadi dianjurkan pake masker dan google. saya sempet naek kuda sih di sana,tapi bentar aja ko,karena ga kuat pas tanjakan 45 derajat,fiuhh!
jalan dari bukit menuju kawah uda lumayan tu,dibikinin tangga. tapi tetep deh ya,buat makhluk ga rutin olahraga kayak saya itu ngos-ngosan banget deh,parah! dan perasaan sampe di puncak itu WAH banget! x'D
jadi dengan tambahan keluarga besar kami,kayaknya kawah gunung bromo bertambah lebar sekian inch deh. ohya,waktu buat liat sunrise paling optimal sebenernya di bulan juli-agustus,pas lagi kemarau. jadi bisa liat sunrise dengan langit bersih. ini juga saya diceritain aja,karena gak keburu mau liat sunrise juga,hiks.
demikian berlangsungnya liburan saya di kawah bromo. ada beberapa rangkaian objek wisata juga sih,tapi buat sekarang kayaknya cukup segini deh. besok atau nanti kalau sempet saya tulis lagi yang pas di jatim park 1. daaah! :D

Sunday, December 25, 2011

Natal = Sederhana?

Selamat Natal bagi yang merayakan. .

Semoga kehadiran Yesus membawa kehangatan dan damai di tengah-tengah kita dan sesama.

Berkat Tuhan selalu! :)


Blog kali ini singkat saja soalnya uda keburu acara keluarga lagi.

Natal emang identik dengan kumpul keluarga. Di keluarga besar saya,semua saudara jauh datang dan merayakan natal bersama. Tapi dengan demikian,saya jadi agak keder membayangkan sisa akhir taun. Kenapa? Well,karena pasti akan banyak undangan makan yang bikin baju berasa sempit,pokoknya GAWAT!!

Kalo udah gini jadi geli sendiri memaknai Natal. Natal adalah ketika bayi Yesus lahir ke dunia dalam kesederhanaan,bahkan dalam kondisi yang kurang layak,namun penuh sukacita dan kehangatan. Semua orang Kristen pasti tau deh cerita ini. Tapi ya mumpung ada momen kumpul keluarga,gak mungkin kan cuma dirayain sederhana? Dan pasti semua orang bebas mengekspresikan sukacita dengan makanan berlimpah. Tapi kok saya jadi mikir,pas saya kenyang sampe rasanya males makan lagi gini,masih banyak saudara yang kekurangan. Rasanya jadi kurang tenang. Bukankah akan lebih baik kalo kita merayakan natal bersama sesama yang kurang beruntung? Berbagi kasih dan rejeki pasti akan merasakan kebahagiaan yang berlipat. .

Pengen lah sekali-kali gitu. Saya ini juga sebenernya baru ngomong doang,belum ada realisasi. Semoga tahun depan,atau kalo bisa dalam waktu dekat,ngajak temen2 ngerayain natal sama anak panti. It would feels so much warmer!

Happy Christmas,y'all! ;)


Published with Blogger-droid v2.0.2

Thursday, December 15, 2011

Animal Kingdom

pecinta binatang! that's suits me well. tapi cuma dari genus mamalia dan primata, yah ikan dan unggas boleh karena enak dimakan. :)

saya harus suka primata, karena kamu juga primata. iya,kamu! HAHA
makanya gerah banget dengan berita pembantaian orang utan yang lagi santer diberitain. the type of primate I love the least is homo sapiens though, tapi gak bisa memungkiri saya juga manusia. jadi bagi penghuni bumi yang lain (kalo baca sih), saya mewakili ras manusia ingin minta maaf atas eksploitasi yang berlebihan, kalian semua masuk surga kok, cuma manusia aja yang diajarin ada neraka. >:)

but wait, mungkin ada yang beberapa hewan yang emang naturally can lives in hell. no, bukan anjing. ALL DOG GOES TO HEAVEN! saya pikir coro bisa tahan idup di sana. you know what, kecoa adalah salah satu hewan purba yang mengalami evolusi dan hidup sampai sekarang. udah untung itu berevolusi, bayangin kecoa masih sebesar tapir dan terbang. oh well, insects are incredible but they are naturally annoying. saya gak takut sih, cuma kadang risih, kalo liat tuh bawaaannya pengen cari sendal terdekat dan BAM! gebug sampai penyet. nah kalau insect itu hewan annoying level 1, maka level berikutnya adalah reptil. and by all means, cicak itu termasuk reptil! gak pernah bisa temenan sama jenis ini, they are slippery and most of all their eyes is the ultimate disgust. saya pernah sekali kontak mata sama tokek and get stunned! udah diem aja sampe gak bisa jerit. emang mata reptil itu efeknya mengelabui calon mangsa,but wait, SAYA BUKAN CALON MANGSA REPTIL! MENDINGAN CALON BUPATI KARANGANYAR DEH! *eh
oke cukup dengan reptil, menginjak ke level 3 dan hewan paling enggak banget adalah amfibi. yes,that slimy, jump-able frog! amfibi adalah makhluk paling tidak logis dan tidak konsisten. kalo idup di air ya di air aje,gak usa deh maen ke tengah jalan terus loncat pas motor gue lewat *malah curcol*
yes.I.am.scared.to.death to this frog. karena mereka melompat! paling gak suka kalo ada hewan melompat,apapun. terbang sih mending, masih bisa diprediksi ke mana arah mereka terbang. but jumping is different thing,it's all of sudden, straight into you! GYAAAHHH! I hate something I can't predict. .

dan setelah saya mencermati, tulisan ini adalah suatu KESALAHAN BESAR karena saya mengungkapkan my own weakness. tapi ini bukti kalo saya bukan manusia sempurna *yakali woy* dan punya banyak kekurangan sana sini. -pause,nonton sungha jung di you tube sebentar- baiklah,demikian adalah tulisan saya dengan daya logis luar biasa,sampe laper ini abis nulis. oke semuanyah,terima kasih kalau sempat membaca,ciao!